Buram

Sepertinya memang sedang tidak bersih.
Makanya sulit memantulkan.

Dipaksa-paksa ya tidak bisa
Dibuat-buat ya malah membingungkan saja
Maya, fiktif, menipu, membual, menyudutkan.

Tak terasa perjalanan sepenggal ini juga bisa mengotori
padahal seharusnya ini menghiasi dan mengindahi.
tapi faktanya? jadi buram dan kusam.

Kemana?
Mau apa?
Apa lagi?

-Sobontoro, Akhir April 2011-

______________

Mungkin tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan beberapa waktu lalu. Aku sendiri juga tidak terlalu paham dengan kondisiku saat ini.

Aku hanya merasakan bahwa saat ini aku mengalami beberapa perubahan. Misalnya, satu, kemampuanku untuk nderes Qur’an jadi lemah. Kekuatan istiqomah berubah drastis. Jadi Moody. Pas mood ya baca berlembar-lembar, kalo nggak mood ya blass bisa berhari-hari tanpa nderes. Kedua, kemampuanku bertutur dalam lisan ataupun tulisan. Aku merasakan kata-kataku tidak lagi mengalir deras seperti dulu. Boro-boro berkembang, mandeg saja tidak, melainkan mundur. Ironis.

Maka aku ingin merenung dan berpikir seperti dulu. Hipotesisku mengatakan ini semua terjadi setelah sepenggal perjalanan hidupku berubah. Berubah? iya. berubah karena saya sekarang menjadi PNS atau bahkan karena saya telah menikah. Saya tidak tahu mana yang mengubah PNS atau menikah. Ataukah dua-duanya.

Semoga ini tidak lama. Kembalilah istiqomah-konsisten ku. Ayo kembali berkarya!.

Astagfirullahaladzim.
Alladzi laa ilaa ha illa huwal hayyul qoyyumu wa atuubu ilaih.
-Sobontoro, 3 Mei 2011-
Shobirin Saerodji
Posted in Cahaya Mataku, cerita-kehidupan, ngalor-ngidul, Pikiranku, Puisi | Leave a comment

Belanja Ahad Pagi

Ahad pagi ini, bundamu jalan-jalan ke pasar Jombatan. Itu loh, pasar kaget di samping rel kereta. Karena ada Jumplangan (Jombatan) kereta api maka pasar itu disebut pasar Jombatan. Kali ini BUnda tidak bersama Bapak, tapi bersama Nek Uti mu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment